Kali ni gw mau cerita tentang kesan gw tinggal di Batam. Gw termasuk pengembara juga, dulu lahir dan besar di Khuntien ( red. baca Pontianak city), setelah lulus SMU kuliah di Jogja ( tamat taon 2004, 2 taon sebelum gempa hebat), setelah lulus kuliah pindah ke Batam.
Batam …pertama dengar cerita dari temen kos yang asal dari Riau, kesannya sih ga bagus (gw rasa temen2 yang pernah tinggal di Batam jg pernah dengar isu2 ga sedap ini). Tapi seperti manusia yang memiliki sisi bagus dan sisi jelek, Batam juga punya donk sisi bagusnya. Batam adalah kota industri, banyak perusahaan asing yang menanamkan modalnya disini. Makanya Batam jadi incaran fresh graduate dari perguruan tinggi. Selain standar salary nya yang katanya lebih tinggi,
Batam juga punya ketertarikan tersendiri karena letak geografisnya yang dekat dengan Singapore (S’pore). Bagi yang berani dan nekad, Batam merupakan batu loncatan yang sangat bagus untuk mencari kerja di negara singa tersebut.
Setelah sekilas mengenai Batam, gw jg mau cerita sedikit bagi yang masih penasaran dengan Batam ini..Gw akan membandingkannya dengan Jakarta, Jogja & Khuntien, jadi bagi yang belum pernah berkunjung ke 3 kota tersebut, ini adalah bonus =) Dalam hal biaya hidup, Batam hampir sama dengan Jakarta ( mahal). Yang membuatku kaget pertama kali makan di Batam adalah harga es teh nya yang dijual Rp 2 rb padahal bukan di restoran mewah. Jauh sekali berbeda dengan es teh di Jogja yang hanya Rp 500 (gw selama ini pikir, untung berapa penjual makanan di Jogja? mana gula mahal lagi sekarang). Bagi yang ingin memulai bisnis, gw sarankan jadi penjual es teh..heheh…
Kalo soal transportasi, karena Batam adalah kota industri yang penuh dengan karyawan2 maka mencari angkot or taxi adalah hal gampang di sini. Cuma bedanya di Batam, walaupun taxinya berlogo & berAC, jarang atau boleh dikatakan kalian tidak akan pernah mendapatkan taxi dengan bayaran ARGO. Di Batam taxi boleh ditawar semau kita (bagi yang pelit :P), bahkan taxi akan di-share dengan orang lain.hehe..Bagi yang bingung, di Batam taxi juga dijadikan angkot. Jadi modelnya angkot berbentuk sedan heheh…Mana mobilnya bagus2 lagi (yah..ada jg sih yang udah bobrok, tp kebanyakan masih mengkilap). Di Batam, mobil dapat dibeli dengan murah karena diimpor dari Spore. Jadi peluang bisnis ke-2 bagi kalian adalah menjadi sopir taxi =P
Kesan lain tentang Batam adalah kotanya yang berbukit2, gw sampe heran melihat perumahan yang masih aja dibangun di tanjakan2 bukit (walaupun dengan dasar tanah yang rata). Mal disini juga lumayan banyak (tapi masih sedikit kalo dibanding Jakarta), tenant2 yang buka di Mega Mal (mal terbesar.. katanya..) pun ga lengkap, beda dengan Mega Mal Khuntien yang punya Giordano & Bodyshop hehehe…Oya satu hal yang dijadikan simbol bagi Batam adalah jembatan Barelang (yang ga da apa2nya menurutku, hny background photo nya yang bagus).
Liat foto di samping. Jembatan ini pasti didatangi bagi wisatawan yang baru pertama kali datang Batam (saking penasarannya) walaupun hanya untuk foto2. Dan masih bagi yang ingin berbisnis
di Batam, jadi penjual jagung bakar di jembatan ini cukup bagus juga mengingat banyak pasangan yang mojok di jembatan ini di sore2 hari menjelang malam.
Gw rasa meskipun masih ga lengkap perbandingannya, tapi cukuplah untuk yang sekedar ingin mengunjungi Batam ( walaupun hanya untuk numpang lewat ke Spore). Thanks untuk waktu & comment yang diberikan =)